Quick and Dirty introduction to ‘Industrial Design’

Mungkin banyak orang yang tidak mengenal atau bahkan mungkin underestimate terhadap apa itu sebenernya profesi Industrial DesignWell, Itu tidak hanya terjadi di Indonesia yang notabene bukan negara industri tapi juga terkadang masih saja terjadi di Eropa, di wilayah di mana profesi ini terlahir.

Didorong hal itulah saya bermaksud membuat tulisan ‘quick and dirty introduction’ mengenai apa itu industrial design. Karena mungkin materinya banyak, tulisan ini akan saya tulis pada beberapa tahap….

Mengapa Industrial Design itu penting ?

Cobalah sekarang anda mulai melihat dan mengamati produk yang anda gunakan sehari hari, mulai dari yang paling personal semacam Cell Phone, MP3Player, Laptop yang tengah anda gunakan, mouse yang sedang anda pegang, kursi kerja yang anda duduki, konstruksi lampu meja yang menyinari meja kerja anda, barang barang elektronik anda yang lain, coffeemakeranda dan home appliances anda yang lain, hingga mobil yang anda gunakan…

Mulailah anda kemudian merenungkan, dan bertanya pada diri sendiri,
mengapa saya suka atau tidak suka menggunakannya ?
mengapa saya membelinya ?

dan coba…renungkanlah pula mengapa anda memilih membeli produk tersebut dibanding produk yang sama dari brand yang berbeda…apa yang sebenarnya membedakan? apapun jawaban anda, secara umum jawaban anda biasanya akan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :Keunggulan teknologi (feature and function related), Keunggulan Harga (economic value related), dan Keunggulan Style (image & social related)… bukan demikian?  

OK, saya akan bahas peran seorang industrial designer di masing2 aspek tersebut… 

Teknologi ?
“ …Desain tidak penting, itu hanya bungkus-nya doang, bagi saya yang penting adalah teknologi yang didalamnya, ketika membeli produk…!” itu adalah jawaban umum yang sering saya dengar dari para technology minded person namun sangat naive.

OK,  Jika anda mengatakan memilih suatu produk berdasarkan teknologinya atau feature-nya…..Jika …let say, anda membeli handphone, pada kategori produk dan level fungsi yang sama, feature dan teknologi seperti apa yang anda maksud?

Secara umum teknologi handphone di pasaran untuk kategori yang sama memiliki muatan teknologi yang hampir sama bukan? Bahkan beberapa brand menggunakan base teknologi yang jelas-jelas serupa atau menggunakan chip dari supplier tier2 atau tier 3 yang sama.
Beberapa brand mobil terkemuka menggunakan engine block yang sama seperti yang dilakukan oleh Kia dan Hyundai, atau Mazda dan Ford… Toyota dan Daihatsu… dan bahkan jelas2 produk yang sama diberi label brand yang berbeda seperti Oce dan Minolta atauprivate2 labels yang kini sedang marak di pasaran…

Jika anda mempelajari bagaimana mekanisme Supply Chain dalam Business to Business pada suatu Industri Manufaktur / OEM bekerja secara global,
semakin anda akan menyadari bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan base teknologi yang mendasar antara satu brand dengan brand lain. Anda sebenarnya mengalami suatu halusinasi ‘teknologi’ yang dibuat oleh para marketer atau product strategists.

Anda mungkin memilih Sony dari Samsung, mengapa? karena keunggulan teknologinya ? well, tahukah anda bahwa sebagian besar produk produk Sony menggunakan chips yang di-manufactured oleh Samsung ? Mengapa anda memilih laptop Toshiba dibanding Acer ? mereka toh sama sama menggunakan chips Intel. Memory card dan hardisk dari supplier yang sama…
Tahukah anda berapa banyak komponen yang diproduksi oleh Thailand dan Indonesia yang dipakai pada motor anda, dan anda masih membanggakannya sebagai teknologi Jepang ? Berapa banyak brand-brand global terkemuka kini telah merelokasi fasilitas manufacturingnyaberikut major subsystem suppliersnya ke negara2 Asia seperti Cina…dan India ?
Belum lagi kini tak terhitung banyaknya komponen produksi Cina yang kini diinstalasi pada brand2 produk terkemuka di Eropa…unbelievable?… tapi begitulah kenyataannya
…Jadi, sebenernya bukan teknologinya ya…. lalu apa ??
OK. Mengapa anda hingga kini masih berasumsi bahwa satu kategori produk  yang sama daribrand yang berbeda memiliki keunggulan teknologi yang berbeda?
Brand image. !  Yes, Itu jawaban yang utama yang paling masuk akal . Brand Sony tentu lebih keren dibanding Samsung, Image Toyota tentu lebih OK punya dibanding Daihatsu dll…meskipun mereka menggunakan teknologi yang sama..?…..whatever..Ya, anda juga telah mengalami yang namanya halusinasi brand…secara sadar atau tidak…
Jawaban yang kedua yang lebih rasional, biasanya adalah ‘kombinasi dari feature2 teknologi yang ada dalam produk tersebut sesuai dengan selera atau kebutuhan spesifik anda’ :Yes…function ! . Dan anda mungkin saja akan berkata bahwa anda memilih Nokia karena menurut anda Nokia sangat mudah digunakan….dibandingkan brand lain : yes… usability !

sekarang apa yang saya sebut yang namanya halusinasi teknologi tadi sudah mulai makes sense… bukan ?

Lalu pertanyaannya bagaimana strategi membentuk suatu brand image? Bagaimana merancang konsep kombinasi feature yang sesuai dengan kebutuhan user? Bagaimana memahami dan merancang konsep usability yang appropriate bagi suatu gadget atau produk….?

Industrial designer lah yang akan memberikan jawabannya…

Saya kutip dari wikipedia tentang industrial designer sebagai berikut:
“….(indeed )they do not design the gears or motors that make machines move, or the circuits that control the movement, but they can affect technical aspects through usability design and form relationships. And usually, they partner with engineers and marketers, to identify and fulfil needs, wants and expectations…”

Pada kenyataanya di industri, siklus revolusi teknologi yang radikal itu berjalan lambat (untuk industri otomotif mungkin terjadi antara 5-10 tahun sekali),
yang terjadi biasanya adalah capacity upgrading dan minor facelift saja dari suatu inovasi teknologi.
Namun tuntutan persaingan dan perubahan yang terjadi di market berlangsung sangat dinamis dan cepat. Tuntutan selera dan trend cepat sekali berubah. Untuk bisa survivecompany atau industri dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan perubahan cepat yang terjadi di pasar ini…

Lalu jika basic teknologi nya  tidak bisa berubah banyak,  apa yang harus diperbuat?
Biasanya yang dilakukan adalah yang namanya pengembangan konsep derivatif teknologi atauproduct variant
Riset untuk pemahaman yang lebih baik akan konteks interaksi user dengan produk akan diintensifkan untuk menemukan kombinasi2 feature yang lebih baik… mengoptimalisasikan fungsi inovasi teknologi yang telah ada…

Facelift design untuk meng-improve image suatu produk juga adalah strategi yang umum dilakukan…  dengan muatan teknologi yang kurang lebih sama, suatu produk di-redesignkembali konsepnya, kombinasi feature nya di-improvecapacity nya di upgrade, dipoles dengan styling dan bahasa marketing yang indah, merancang event product launching yang atraktif dan men-generate market hype, maka…jadilah produk versi baru dan booming kembali dipasaran…
Begitulah mekanisme komersialisasi industri berlangsung…. dan begitulah pula strategi Nokia yang dirumuskan di research center-nya di Finlandia…

Dengan demikian anda bisa lihat secara nyata kini…bahwa sebenarnya bukan persaingan teknologi yang terjadi. Melainkan persaingan konsep produk, persaingan manifestasi dari konseptualisasi inovasi teknologi yang ada…yang tengah terjadi di pasaran…

Demikian anda lihat, betapa Industrial Design adalah merupakan ujung tombak yang sangat penting di medan pertempuran persaingan produk-produk industri di pasaran global…

Harga ?
Jika anda memilih suatu produk karena keunggulan harganya,
Pertanyaan saya, apakah yang sebenarnya membuat produk dengan teknologi dan feature yang sama bisa memiliki harga yang berbeda?
Menjawab pertanyaan ini memang tidak mudah sebenarnya, sebab pada kenyataannya penentuan strategi harga suatu produk itu meliputi banyak aspek yang kompleks. Product Pricing Strategy sendiri di kuliah saya merupakan topik yang paling complicated dan menurut professor saya tidak bisa diselesaikan dalam satu semester….

Namun sekali lagi hal ini tidak lepas dari yang namanya product & brand strategy.

Saya tidak akan membahas tentang hal itu terlalu jauh,
namun saya akan lebih menitik beratkan pada peran industrial designer dalam memungkinkan yang namanya low production cost terjadi.

Apa yang biasanya dilakukan ? optimalisasi design, melalui value engineering, optimalisasi bentuk dan sistem assembly suatu produk, metode perancangan intermodular part / part sharing dalam suatu produk, riset terhadap penerapan dan aplikasi material alternatif, penerapan konsep cradle to cradle atau recycleability suatu produk… dan bahkan metodereverse engineering adalah dirty trick (not reccommended) yang terkadang juga mereka lakukan…dan masih banyak lagi…
Merupakan sebagian dari metode yang digunakan industrial designer to make low production cost possible…

Sekalipun anda menginginkan produk yang affordable / murah, saya yakin anda tidak menginginkan produk murahan bukan?

Sekali lagi, industrial designer melalui product & brand strategy-nya dan melalui aplikasi dari optimalisasi2 desain yang sebut diatas akan memberikan solusinya…..

Image / Style ?
Beberapa dari anda yang mengatakan hal ini tidak terlalu penting bagi anda pribadi , mungkin silahkan anda berpikir kembali dan melihat secara obyektif bagaimana Image atau Style suatu produk berperan besar dalam proses pengambilan keputusan costumer ketika akan membeli suatu produk, dan bagaimana ini akan menentukan keberhasilan suatu produk di pasaran pada suatu level atau segmen tertentu. Terutama jika produk itu memiliki social-risk related yang tinggi, semacam mobil atau electronic gadgets.

Saya kira, tidak perlu membahas lebih jauh bagaimana peran industrial designer disini. Di domain ini jelas jelas peran industrial designer sangat obvious dan relevan…

Lima aspek dasar expertise area seorang Industrial Design

Saya teringat dulu, atasan saya suatu ketika bertanya pada mahasiswanya yang sedang asistensi Tugas Akhirnya, “… Kamu tahu ngga 5 ideologi dasar atau Pancasilanya desain produk…? ayo coba sebutkan…! …
Mahasiswa ini kebingungan… dan tidak bisa menjawab apa-apa. Seorang mahasiswa yang akan lulus, namun tidak mengetahui aspek yang paling fundamental dari profesinya sebenarnya sangat memalukan…

Saya tulis kembali disini, as a conclusion, sebagai knowledge bagi mereka yang belum tahu dan pengingat bagi mereka yang sudah lupa

Dari pembahasan diatas, maka kita akan menyimpulkan 5 aspek expertise area  seorangindustrial designer ketika merancang suatu produk industri sebagai berikut:

1.    Usability
adalah segala aspek yang berhubungan dengan interaksi antara produk dan user, kemudahan penggunaan suatu produk, fungsi dan utilitas-nya…
2.    Appearance 
segala hal berhubungan dengan representasi fisik suatu produk dalam hal bentuk, proporsi, warna, tekstur, material dll.
3.    Maintenance
bagaimana produk ini digunakan, dan dirancang sedemikian rupa untuk kemudahan instalasi,maintenace dan replacing
4.    Costs seperti telah saya bahas sebelumya, ini adalah segala aspek yang berhubungan dengan bagaimana merancang suatu produk yang memiliki cost impact seminimal mungkin di tooling,manufacturing process dan assembly, serta recyclability-nya
5.    Communication / Marketability
hal ini berkaitan dengan manifestasi visual dari brand sebagai salah satu strategi marketabilitysuatu produk di pasaran…dan bagaimana produk ini dapat diterima dengan baik pada target market yang dituju…

Industrial designer tidak sekedar membuat barang menjadi indah, tidak sekedar mendesain ‘bungkus’, bukan seniman… dan bukan pula technician

we are Industrial Designers ! the most visual people in the world… the genius who develops and optimizes left and right brain skill simultaneously the creative individual who has sufficient artistic, and engineering knowledge to develop excellent products you use in your daily lifethe experts who will solve your problems…and fulfill your needs through products the conceptors & strategists who will make your product success in the business competition

we are professionals, never …never underestimate us ….

Demikian tulisan saya semoga bermanfaat, lain kali saya sambung lebih jauh… kalau sempat….

Stevie
Strategic Product Development
Technische Universiteit Delft

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *