IDGS 2019 Dimulai

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar terus meningkatkan inovasi dan kreasi desain produknya. Untuk mampu berdaya saing global, IKM nasional perlu mengikuti selera pasar dan perkembangan teknologi terkini.

Guna mencapai sasaran tersebut, Kemenperin mewujudkannya melalui gelaran Indonesia Good Design Selection (IGDS) 2019 sebagai ajang penghargaan tertinggi dalam bidang desain industri dan desain produk di Tanah Air. Selain itu, kegiatan tersebut dapat mengangkat kemampuan dan potensi yang ada di Indonesia, baik itu seni dan budayanya maupun kompetensi sumber daya manusianya.

“Kami berharap, melalui ajang IGDS 2019, akan membangun produk IKM kita agar berkualitas prima, serta memiliki desain yang menarik,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin (29/7).

Gati menuturkan, pihaknya aktif memompa semangat pelaku IKM nasional agar terus berbenah dalam menghasilkan produk yang inovatif dan kompetitif. Caranya melalui berbagai macam, seperti pendampingan, pelatihan hingga pemberian penghargaan.

Ditjen IKMA telah menggelar IGDS sejak tahun 2001 dan sempat menyelenggarakan dua tahun sekali selama periode 2012-2016. IGDS tahun 2019 merupakan penyelenggaraan yang ke-16 kali. “Kami ingin memberikan apresiasi terhadap kiprah para seniman desain dan juga mendorong anak-anak muda agar bersaing dalam menciptakan produk dengan desain yang bagus,” ujarnya.

Pada ajang IGDS 2019, ada empat jenis penghargaan, yaitu IGDS Best 20 yang diberikan kepada 20 produk terbaik. Kemudian, penghargaan People’s Choice diberikan kepada satu produk yang dipilih secara online. Lalu, ada penghargaan Best 3 yang diberikan kepada tiga produk terbaik. Selanjutnya, penghargaan Grand Award sebagai penghargaan tertinggi yang diberikan kepada produk terbaik.

“Dalam empat jenis penghargaan tersebut terdiri dari enam kategori, yaitu produk furnitur dan home decor, produk industri kriya, produk perihiasan dan aksesoris fesyen, kemasan inovatif, alas kaki dan apparel, serta perlengkapan kantor,” sebut Gati.

Dalam penyelenggaraan IGDS 2019, akan dimulai dengan Open Call pada tanggal 23 Juli 2019 hingga 15 September 2019. Sementara itu, malam penganugerahan digelar pada tanggal 18 Oktober 2019 di Jakarta. Pada tahap akhir, akan dipilih sebanyak empat finalis. Mereka akan melakukan presentasi final di depan tim juri untuk menentukan Best 3 dan Pemenang Grand Award.

“Sebagai bentuk apresiasi kepada para pemenang Best 3 dan Grand Award, kami akan menyediakan hadiah uang tunai dan international trip berupa workshop atau pameran,” ungkap Gati. Pada penyelenggaraan kali ini, IGDS 2019 mengusung tema Indonesian Design Goes Global.

Gati menyampaikan, persaingan yang dihadapi dunia industri saat ini semakin lama kian ketat, sehingga diharapkan para pelaku industri nasional khususnya sektor IKM agar mampu melakukan pengembangan produk yang dapat diterima dan diapresiasi oleh pasar. Apalagi, solusi dan manfaat produk yang sesuai bagi konsumen akan memberikan dampak ekonomi yang lebih baik.

“Penyelenggaraan IGDS 2019 ini diharapkan tidak hanya menjadi sebuah kegiatan, namun sebagai gerakan yang meningkatkan citra positif bangsa melalui produk-produk Indonesia yang inovatif dengan kualitas desain yang baik,” tandasnya.

Adapun produk yang dapat diikutsertakan dalam IGDS 2019, wajib memenuhi kriteria, diantaranya:

1. Produk didesain oleh desainer warga negara Indonesia secara perorangan atau melibatkan secara aktif desainer warga negara Indonesia dalam kelompok/team. 

2. Produk jadi (bukan konsep/prototype) yang  telah dan masih diproduksi secara masal/berulang. 

3. Produk telah dan masih dipasarkan di Indonesia dan/atau telah dijual/direncanakan dijual ke luar Indonesia. 

4. Produk/Desain diproduksi oleh badan usaha indonesia. 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *