Orbit 2019 : Mencari Desainer Masa Depan Indonesia

Bekraf, Jakarta – Program Orbit yang telah memasuki tahun ketiga dinilai efektif dan bermanfaat dalam mengembangkan kemampuan desainer dalam menentukan trend forecasting tapi juga pengembangan bisnis. Selain itu, program ini mendukung terciptanya produk baru melalui kolaborasi desainer.

Desainer Terpilih Orbit 2018 Bidang Kriya, Mohamad Taufaniari mengaku banyak mendapat ilmu selama mengikuti program ini. Dia mengaku mendapat ilmu mulai dari trend forecasting, bisnis, penentuan target market hingga harga.

“Saya sangat menyarankan untuk mengikuti Orbit karena banyak ilmu yang diperoleh. Selain itu, steering committee dan kurator yang ahli di bidangnya bisa menjadi mentor untuk menggali masukan dan sharing. Mentor dari luar negeri juga sangat membantu untuk mengenal pasar internasional, khususnya Eropa,” kata Taudan saat Sosialisasi Orbit 2019 di Kedasi @ The Cause Event Space & Auditorium, Graha Niaga Thamrin, Jakarta pada Jumat (2/8/2019).

Desainer Terpilih Orbit 2017, Nidiya Kusmaya, mengatakan Orbit tak hanya menawarkan ilmu tapi juga jaringan terutama dari disiplin desain yang berbeda sehingga mampu menghasilkan karya yang dianggap mustahil melalui kolaborasi.

“Tahun ini saya juga bekerja sama dengan salah satu desainer produk peserta Orbit untuk membuat jam tangan dari material jamur dan menggunakan pewarna alam,” imbuhnya.

Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Ricky Joseph Pesik menjelaskan bahwa penting membuat sebuah model atau mata rantai dari seleksi talenta-talenta yang unggul di bidang kreatif yang bisa memberikan jalur pengembangan akselerasi talenta lebih luas yang dapat mengembangkan aspek ekonomi. Tak hanya memperkuat sumbangan subsektor desain terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) tapi juga diharapkan menjadi entrepreneur sehingga mampu membuka lapangan kerja.

“Orbit ini bukanlah kompetisi atau sayembara desain namun lebih bersifat seleksi dalam melihat potensi seorang desainer muda. Diharapkan peserta Orbit tidak hanya mampu memenangkan pasar dalam negeri tapi juga luar negeri sehingga desainer Indonesia menjadi yang paling unggul di Asia Tenggara,” ungkap Ricky.

Oleh karena itu, mentor yang dihadirkan juga merupakan orang yang mumpuni dibidangnya, tidak hanya berasal dari dalam negeri tapi juga luar negeri. Bagi desainer yang berminat mengikuti ORBIT, dapat mendaftarkan diri melalui website http://orbit.bekraf.go.id dengan mengirimkan karya dan persyaratan lainnya paling lambat 22 September 2019. Sama seperti tahun lalu, Orbit hanya akan meloloskan 15 desainer untuk mengikuti program inkubasi.

Para desainer yang terpilih dalam proses seleksi di tahun 2019 akan mengikuti tiga program yang berkelanjutan, yaitu basic program, program penguatan (design and product development, dan business development), serta program pengembangan (activation dan network and capacity building) yang semuanya akan dilakukan pada tahun 2020.

Dewan Kode Etik HDII Pusat dan Steering Committee Bidang Design Interior, Mochamad Reffrajaya, mengatakan tidak hanya karya yang dinilai tetapi bagaimana cara mempresentasikan, karna seorang desainer harus bisa menjual dengan pihak ketiga, menyampaikan gagasannya secara informatif secara luar biasa agar karya yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa.

Turut hadir dalam acara ini, Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif Bekraf, Poppy Savitri; Koordinator Program International ITB dan Kurator Bidang Tekstil dan Kriya, Kahfiati dan Kurator dari berbagai bidang. Selain itu, hadir pula desainer terpilih ORBIT 2017 dan 2018 untuk berbagi pengalaman.

Kegiatan ini memasuki tahun ke tiga dari tahun 2017-2019. Kegiatan Sosialisasi Orbit 2019 sudah dilaksanakan di beberapa daerah diantaranya, Bali pada Jumat (19/7/2019), Malang pada Minggu (21/7/2019), Semarang pada Sabtu (27/7/2019) dan terakhir Jakarta pada Jumat (2/8/2019). (fjr/via)

https://www.bekraf.go.id/berita/page/8/orbit-terbukti-mampu-kembangkan-kemampuan-desainer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *