“…Congratulations! You are selected as the one of students lucky enough to obtain seat to go to Colani’s studio in Kalsruhe…”, begitu kira-kira email dari I.D. Studie Vereniging (himpunan mahasiswa disini). Artinya saya beruntung memenangkan seleksi untuk berangkat menuju studio Luigi Colani di Karlsruhe Jerman. Suatu kesempatan langka, karena tidak semua mahasiswa mendapat kesempatan ini mengingat begitu antusiasnya mahasiswa2 Industrial Designer untuk bertemu ’sang legendaris’ Luigi Colani. Jadilah di bulan November kemaren saya berangkat ke Jerman. Kota utama yang dikunjungi tentu saja Karlsruhe tempat Colani berada, dan dilanjutkan ke Stuttgart untuk belajar lebih banyak tentang desain automotif di pusatnya: Mercedes Benz.

Colani memiliki sebuah museum di Karlsruhe berisi semua karya2 beliau berikut souvenir dan buku2 dia. Bagi saya dia bukan seorang desainer melainkan selebritis.
Kesan saya bertemu dia, dia itu arogan. Teman saya dari Jerman juga bilang Colani jagonya omong kosong. Colani menjadi legendaris karena desain2 nya yang radikal berorientasi aerodinamics dan bio-shape ( bagi yang tidak mengenal siapa Luigi Colani silahkan googling aja ya, terlalu panjang kalau saya cerita disini ). Karya Colani ini memang menginspirasi desainer2 lain di dunia, namun karya dia sendiri banyak tidak terpakai di industri. Dia sangat temperamental dan tidak bisa bekerjasama dengan orang lain. “ Orang orang Mercedes Benz, BMW itu bodoh semua…” begitu kata dia pada kami. “ Orang-orang Ferrari itu mulut besar, pecundang… tau apa mereka soal desain mobil….” sambung dia. Itulah saya jadi mengerti mengapa desain Colani tidak satupun diproduksi oleh auto manufacturer di Eropa.

Begitulah Colani tidak dianggap di industri Eropa. Tapi yang mengherankan Colani sangat dipuja puja di Asia terutama di Jepang dan Cina. Dia dianggap Elvis Presley-nya desainer automotif, dipuja bak dewa di Jepang…diagung2 kan sebagai mahaguru di Cina sehingga dia mendapat gelar professor kehormatan di beberapa universitas Cina. Karenanya Colani juga mengagung2kan kemajuan bangsa Cina yang melaju pesat belakangan ini. “Peradaban Eropa sedang menuju kehancuran” demikian kata dia pada kami…”Bangsa Asia akan menjadi pusat peradaban dunia…saya adalah saksinya…”. Kontan saja statement ini mengundang protes beberapa mahasiswa bule yang ikut rombongan kami… “ bagaimana mungkin anda mengatakan peradaban kita akan runtuh ?? ” . karena tidak terima dengan komentar Colani, saya sampai sempat diajak diskusi sama mahasiswa Belanda sepulang dari sana. “ kalau peradaban kita akan runtuh, lalu buat apa kalian datang belajar kesini?”, “…bangsa Asia ‘mencuri’ teknologi kami…”, ” ..yang membangun infrastruktur di Asia juga bangsa Barat tapi di klaim sebagi kemajuan bangsa Asia..”,“…mungkin saja Cina sekarang maju, tapi saya tidak percaya mereka bahagia,…kemajuan mereka dipaksakan…buruh mereka ditindas…” demikian kira2 komentar2 yang saya ingat…

Terlepas dari sosok kontroversialnya, Colani masih dihargai di kalangan akademisi desain. Dia dianggap sosok pemikir dan guru. Karyanya banyak dibahas di dalam studio dan kelas2 desain… itu mengapa masih banyak mahasiswa Delft yang antusias bertemu beliau. Mungkin seniman besar tidak pernah dihargai di jamannya sendiri…

Selepas dari Karlsruhe, kami menuju Stuttgart menuju markas Mercedes Benz di sana. Kami sempat mengunjung museum teknologi mercedes Benz. Menariknya, gedung tempat simbol supremasi teknologi bangsa Jerman ini desainnya dirancang oleh arsitek Belanda: Ben van Berkel. Museum ini sangat menakjubkan. Mercedes bener2 show off disini. Koleksi sejarah perkembangan teknologi automotif terlengkap dan tercanggih di dunia. Di Stuttgart kami bertemu mahasiswa automotive design dari Pforzheim, Ketika saya tanya pendapat mereka tentang Colani, jawab mereka…” Ah, he’s fucking freak arrogant… don’t listen to him…”.

check out also the complete foto here :
http://stevieheru.multiply.com/photos/album/18